Belajar Bersyukur
Walaupun bukan malam minggu, tapi malam ini terlihat cerah dimata Rhena. Karena malam ini ia menghabiskan waktu untuk pergi keluar menonton konser. Namun tidak dengan Ditta, ia menghabiskan waktu malam ini untuk belajar. Rhena berencana mengajak sahabatnya itu untuk pergi bersamanya.
Tak selang beberapa lama terdengar suara telepon Ditta.
"Hallo, taa. Nonton konser yu?" Ajak Rhena begitu antusias
"Sekarang?" Jawab Ditta tidak tertarik
"Iyalah masa taun depan"
"Lah ko lo malah mau nonton konser? Kan besok mau ada ujian"
"Tenang aja kali. Ibu Rina nya masih di Bandung juga dan otomatis ujiannya diundur. Lo ikut gue aja yu?"
"Lah iya kalo diundur, kalo gak? Sorry ya gue gak ikut lo, gue mau belajar aja"
Karena ajakannya ditolak, Rhena merasa kesal dan berencana untuk membuat iri Ditta selepas nonton konser nanti.
Konser selesai hingga tengah malam.
Keesokan paginya, Ibu Rhena merasa heran kenapa Rhena tidak kunjung keluar dari kamarnya.
Ibu Rhena membuka pintu kamar Rhena yang tidak terkunci.
"Rhena, kamu gak berangkat sekolah? Ini udah siang nanti telat lagi" kata Ibu Rhena menghampiri Rhena yang masih tertidur pulas
"Rhena masih ngantuk, Bu. Bolos sehari gak papa ya" kata Rhena yang masih belum membuka matanya
"Memangnya hari ini gak ada ujian?"
"Ya ada sih, Bu. Nanti aja nyusul"
Karena kesal anaknya bermalas-malasan. Ibunya menarik tangan Rhena untuk melihat anak-anak yang sedang mengamen di jalanan.
"Liat anak itu, dia ngamen nyari uang. Buat makan aja susah apalagi sekolah. Padahal mereka juga pengen kaya kamu" kata Ibu Rhena menasehati
Rhena akhirnya tersadar dan berangkat sekolah walau agak terlambat. Diperjalanan Rhena melihat anak sekolah yang berjalan pincang. Dalam hati Rhena berkata
"Selama ini aku kurang bersyukur, aku masih punya fisik yang sempurna tapi malas sekolah. Sedangkan dia yang kekurangan aja bisa sesemangat itu"
Sampai di sekolah ternyata ujian tetap dilaksanakan.
Ditta dengan semangat mengerjakan soal ujian, tetapi Rhena yang semalam tidak belajar sama sekali merasa kebingungan di pojokan dan menoleh sana-sini untuk mencari jawaban. Rhena sangat menyesal karena bermalas-malasan. Dan mulai saat itu Rhena selalu ikut belajar bersama Ditta.
Alhamdulillah dpt sedikit motivasi, harus terus bersyukur sama apa yang kita punya😊
BalasHapusAlhamdulillah👍
HapusBaguss.. lanjutkan
BalasHapusOk. Mksih..
Hapusceritanya bagus dan menarik👍 cukup menginspirasi:)
BalasHapusAlhamdulillah, mksih 😊
HapusBagus ceritanya & dapat motivasi ��
BalasHapusMakasih..☺
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusLanjutkan, Bagus ya
BalasHapusOke.. Mksh
Hapus